Awal yang Sederhana di BogorMalam itu hujan mengguyur rumah sederhana di Bogor. Bunyi tetesan air di atap seng menjadi musik harian bagi RAMDAN. Ia terdiam di kursi kayu sambil memandang teh yang tak lagi hangat.“Dan… jadi berangkat kerja lagi besok?” tanya ibunya.Ramdan menarik napas dalam-dalam. “Iya, Bu… aku masih dapat kerja serabutan